kenangan

kenangan

Senin, 09 Juli 2012

Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia


PENDAHULUAN
Pendidikan tidak akan punya arti bila manusia tidak ada di dalamnya. Hal ini disebabkan, karena manusia merupakan subjek dan objek pendidik. Artinya manusia tidak akan bisa berkembang dan mengembangkan kebudayaan secaa sempurna bila tidak ada pendidikan. Untuk itu, tidak berlebihan jika di katakana, bahwa eksistensi pendidikan merupakan salah satu syarat yang mendasar bagi meneruskan dan mengekalkan kebudayan manusia begitu juga dengan pendidikan islam di Indonesia. Sejarah pendidikan islam pertama di bawa oleh Rasulullah dan di teruskan oleh para sahabat dan pengikut beliau, sampai saat ini pendidikan islam masih berkembang baik di Indonesia maupun negara–negara lain.

PEMBAHASAN
PERIODISASI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Pada bagian terdahulu sudah di kemukakan bahwa pendidikan islam sama tuanya dengan islam itu sendiri, dan tentu saja tidak akan terlepas dari sejarah islam pada umumnya,karna  itula periodisasi sejarah pendidikan islam berada dalam periode – periode sejarah islam itu sendiri dan dimana kita juga sudah tau pendidikan islam pertama kali di bawa oleh Rasulullah di mana Rasulullah menyiarkannya di Makkah melalui tiga tahap yaitu : Tahap rahasia dan perorangan, Tahap terang – terangan, dan Tahap untuk umum.
Pendidikan islam tersebut pada dasarnya di laksanakan dalam upaya menyahuti kehendak umat islam pada masa itu dan masa yang akan datang yang di anggap sebagai need of life. Usaha yang di miliki apabila kita teliti dan perhatikan lebih mendalam merupakan upaya untuk melaksanakan isi kandungan Al-Qu’an terutama yang tertuang pada surat AL Alaq 1-5.
Harun Nasution, secara garis besar membagi sejarah islam kedalam tiga periode, yaitu : periode klasik,pertengahan, dan modern.
1.      Periode pembinaan pendidikan islam, yang berlangsung pada massa Nabi Muhammad SAW.Lebih kurang 23 tahun semenjak beliau menerima wahyu pertama sebagai sebagaitanda kerasulannya sampai wafat;
2.      Periode pertumbuhan pendidikan islam, yang berlangsung sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW.sampai dengan akhir kekuasaan Banu Umaiyah, yang diwarnai oleh penyebaran islam ke dalam linkungan budaya bangsa di luar bangsa Arab dan perkembanganya ilmu – ilmu naqli;
3.      Periode kejayaan islam, yang berlangsung sejak permulaan Daulah Bani Abbasyiah sampai dengan jatuhnya kota Baghdad diwarnai dengan perkembanganya secara pesat ilmu pengetahuandan kebudayaan islam serta mencapai puncak kejayaan.
4.      Tahap kemunduruan pendidikan, yang berlangsung jatuhnya kota Baghdad sampai dengan jatuhnya Mesir oleh Napoleon Bonaparte di sekitar abat ke- 13 yang ditandai lemahnya kebudayaan islam dan berpindahnya pusat–pusat pengembangan kebudayaan dan peradaban manusia ke dunia barat;
5.      Tahap pembaruanpendidikan islam, yang berlangsung sejak pendudukan Mesir oleh Napoleon di akhir abat ke- 18 M sampai sekarang ini, yang di tandai dengan masuknya unsur-unsur budaya dan pendidikan Modern dari dunia barat ke dunia islam.
Sementara itu kegiatan pendidikan di Indonesia yang lahir dan tumbuh serta berkmbang bersamaan masuknya dan berkembangnya islam di Indonesia,di mana pendidikan Indonesia mengalami pasang surut demikian dengan keadaan Indonesia di saat itu dan setelah kemerdekaan Indonesia(1945-1965) penyelengaraan pendidikan agama pun menjadi perhatian serius dari pemerintah, terutama untuk madrasah dan pesantren,meskipun Indonesia baru memproklamasikan kemerdkaannya dan tengah menghadapi revolusi fisik Indonesia sudah berbenah memperhatikan masalah pendidikan dan dibentuklah Kementrian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan (PP dan K).
Kementrian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan(PP dan K) pertama adalah Ki Hajar    Dewantara,  sejalan sejarah bangsa dan Negara Indonesia sejak 17 Agustus 1945 hingga sekarang pendidikan di Indonesia mengalami pasang surut,serta kurang waktu tertentu,yang di tandai dengan peristiwa-peristiwa penting dan tonggak sejarah sebagai pengingat.
Departemen Agama dan Departemen Depdikbud di percaya untuk membuat peraturan-peraturan pendidikan oleh pemerintah RI, proses membuat peraturan-peraturanya adalah
1.      1946 di kelurkannya peraturan oleh Mentri Agama dan Mentri Pengajan & Pendidikan yaitu,pendidikan agama di berikan mulai kelas IV SR(sekolah rakyat =sekolah dasar) VI;
2.      1947 peraturan dari kedua mentri tersebut yang belum dapat berjalan dengan semestinya mengalami pertimbangan, pertimbangan tersebut yang di pimpin oleh Ki Hajar Dewantoro dari Departemen P&K dan Prof.Drs Abdullah Sigit dari Departemen Agama;
3.      1950 kedaulatan Indonesia telah pulih untuk seluruh Indonesia dan pendidikan agama untuk seluruh wilayah Indonesia makin di sempurnakan dengan dibentuknya  panitia bersama yang dipimpin oleh Prof.Mahmud Yunus dari Departemen Agama dan Mr.Hadi dari Departemen P&K.
4.      1951 SKB yang di keluarkan oleh Prof.Mahmud Yunus dan Mr.Hadi adalah:
a.       Pendidikan agama yang di berikan mulai kelas IV Sekolah Rakyat dan Sekolah Dasar;
b.      Di daerah-daerah masyarakat agamanya kuat (misalnya Sumatera,Kalimantan dan lain-lain), maka pendidikan agama di berikan mulai kelas 1 SR dengan catatan bahwapengetahuan umumnya tidak boleh berkurang dibandingkan dengan sekolah lain yang pendidikan agamnya diberikan mulai kelas IV;
c.       Di sekolah Lanjutan Pertama dan Tingkat Atas(umum dan kejuruan ) diberikan pendidikan agama sebanyak 2 jam seminggu;
d.      Pendidikan agma di berikan kepada murid-murid sedikitnya 10 orang dalam satu kelas dan mendapat izin dari orang tua/walinya;
e.       Pengangkatan guru agama, biaya pendidikan agama,dan materi pendidikan agama ditanggung oleh Departemen Agama.

SUMBER : Nizar Samsul, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta ; Kencana, 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar